We Must Go On: Kepala BBRMP Pimpin Rakon Pendampingan Swasembada Pangan di NTB
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc, memimpin langsung rapat konsolidasi pendampingan swasembada pangan guna percepatan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di NTB.
Rapat tersebut diikuti para penyuluh Kementerian Pertanian Provinsi NTB secara daring maupun luring.
Dalam arahannya, Kepala BBRMP NTB menegaskan pentingnya komitmen dan kerja nyata seluruh Penyuluh Kementan di NTB dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Beliau menekankan semangat pantang mundur dalam menjalankan tugas.
“We must go on, pantang mundur. Kita harus berkontribusi dalam mendukung swasembada pangan,” tegasnya.
Komoditas padi saat ini telah mencapai swasembada dan ke depan ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan ekspor, sementara komoditas jagung masih terus didorong menuju swasembada melalui peningkatan produksi dan optimalisasi lahan. Dalam mendukung upaya tersebut, luas baku sawah (LBS) di Provinsi NTB yang mencapai 237.340 hektare menjadi potensi besar yang harus dimaksimalkan pemanfaatannya melalui pengawalan pendampingan serta transformasi teknologi guna meningkatkan luas tambah tanam dan produksi pertanian secara berkelanjutan.
Menurut Ka BBRMP NTB, tugas penyuluh tidak hanya mengawal percepatan realisasi luas tambah tanam, tetapi juga memastikan seluruh program strategis Kementerian Pertanian berjalan optimal di lapangan, peningkatan produktivitas dan pemanfaatan tehnologi pertanian.
Sebagai langkah nyata percepatan, Kepala BBRMP NTB juga membentuk tim satuan tugas (satgas) yang bertugas sebagai liaison officer (LO) di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Tim ini berperan melakukan koordinasi, pemantauan, dan pendampingan langsung di lapangan guna memastikan percepatan realisasi LTT dan keberhasilan program strategis Kementan.
Bersatunya kekuatan SDM, sinergi, dan komitmen bersama menjadi fondasi utama menuju swasembada pangan berkelanjutan. Bisa!! !